Malaysia Contoh Terbaik Mewaspadai Liberalisasi Ekonomi

Malaysia Contoh Terbaik Mewaspadai Liberalisasi Ekonomi
Keluarga Kami di KL, Malaysia: Ikang Fawzi, Marissa Haque, Bella Fawzi, Chikita Fawzi

Lagu & Syair: "Salam Terakhir" Versi Pertama karya Ikang Fawzi (suami Marissa Haque)

Get More Songs & Codes at www.stafaband.info
Lagu & Syair: "Salam Terakhir" Versi Pertama karya Ikang Fawzi (suami Marissa Haque)

Sabtu, 15 Mei 2010

RIWAYAT HIDUP dari Ahmad Zulfikar Fawzi (ikang Fawzi), Suami Marissa Haque

RIWAYAT HIDUP

Ahmad Zulfikar Fawzi (ikang Fawzi), lahir di Jakarta, pada tanggal 23 Oktober 1959. Mulai bersekolah pada pendidikan TK di Brussel, Belgia dan SD secara berpindah karena mnegikuti pekerjaan orang tuanya di Deplu (Departemen Luar Negeri) RI sebagai seorang diplomat karir, antara lain: (1) SD Perguruan Cikini; (2) SD Yasporbi; dan (3) Lulus SD dari SRIT (Sekolah Republik Indonesia di Tokyo, Jepang). Menyelesaikan di SMP Sumbangsih, Jakarta Selatan. Mengikuti pendidikan sarjana (S1) pada FISIP-UI (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Indonesia) Jakarta pada jurusan Administrasi Niaga lulus pada tahun 1987. Mengikuti pendidikan program Magister Manajemen (S2) di Universitas Gajah Mada pada Fakultas Ekonomika Bisnis jurusan Strategic Management dengan spesialisasi bidang Property-tainment, lulus pada tahun 2010. Ditahun yang sama dimana juga menjadi kandidat Wakil Bupati Lampung Selatan dari PAN (Partai Amanat Nasional), yang menjadi salah satu sekolah sekaligus laboratorium Ilmu Politik praktis dalam hidupnya.

Berbagai prestasi dan profesi telah dicapai sejak tahun 1982. Mulai sebagai pemenang LCLR (Lomba CIpta Lagu Remaja) Radio Prambors di Jakarta, sebagai penyanyi rock terbaik Indonesia, aktor film, pemain drama TV, model iklan, spoke person berbagai produk iklan, produser film, produser rekaman, dan berbagai posisi profesional dalam bidang pengembang perumahan. Bersama tim di DPPP REI maupun bersama sang kakak yang seorang arsitek, Ahmad Zulfikar Fawzi (Ikang Fawzi) sejak tahun 1988 sampai sekarang tercatat kontribusinya pada: (1) PT. Bestari Sarana Griya; (1) PT. JSA Property Mandiri; (1) PT. Jaringan Selera Asia; (1) PT. Cahayakelana Matahari; (1) PT. Cempaka Dharmasatrya; (1) PT. Heksamitra Nusaprima; (1) PT. Altana Developer (Agala Cipta Laksana). Ahmad Zulfikar Fawzi (Ikang Fawzi) pun masih sempat sangat aktif berorganisasi di: (1) KADIN Indonesia; (2) DPD REI DKI; (3) AREBI; (4) FIABSI (International Real Estate Federation).

Menikah dengan Marissa Grace Haque, yang bersama kuliah pada UGM (Universitas Gajahmada) juga pada fakultas yang sama di FEB (Fakultas Ekonomi-Bisnis) dengan jurusan Marketing Strategic. Dan sang istri belakangan juga masih berstatus sebagai mahasiswa Program Doktor di IPB (Institut Pertanian Bogor) pada (PSL) Pusat Studi Lingkungan dengan fokus wilayah riset kepada pemberantasan pembalakan liar/illegal loging di Provinsi Riau sejak akhir 2006 sampai dengan akhir 2008.
Ahmad Zulfikar Fawzi (ikang Fawzi) memiliki dua anak putri, yang pertama bernama Isabella Fawzi (Bella) lulus dari Fakultas Ilmu Budaya jurusan Sastra Inggris UI (Universitas Indonesia) dan kini meneruskan pada FISIP-UI jurusan Komunikasi, serta putri kedua bernama Marsha Chikita Fawzi (Kiki) masih kuliah di MMU (Malaysian Multimedia University), Malaysia jurusan Computer Graphics dengan spesialisai Film Animation dan merupakan salah seorang animator serial TV produksi kerjasama Malaysia-Perancis Lez Copaque berjudul Upin dan Ipin.

Sumber: Thesis MBA Ikang Fawzi dari FEB, UGM, Yogyakarta, 2010.

Kamis, 29 April 2010

MBA dari FEB, UGM Ikang Fawzi Suamiku: Marissa Haque

Metode Penelitian Suamiku Ikang Fawzi

Penulis membandingkan antara: (1) yang menggunakan sentuhan entertainment; (2) dan yang tidak menggunakan sentuhan entertainment sama sekali, dengan menggunakan sebuah Pareto Chart guna menentukan skala prioritas pada keputusan strategik manajemen bisnis. Analisa penulis lakukan sebagai sebuah retroaktif (dimasa lalu) maupun menjadi analisa prospektif (dimasa depan). Bagaimana sesungguhnya upaya didalam pencapaian the customer need and value serta mengubah needs menjadi wants.

Tinjauan literatur yang penulis lakukan sesuai dengan aspek metode yang penulis pilih, antara lain: (1) disain; (2) metode pengumpulan data; (3) teknik pengukuran; (dan 4) pilihan desain. Dari sana penulis membandingan antara: (1) tingkat captive market pada tahun-tahun sebelum; dan (2) setelah penggunaan elemen entertainment diimplementasikan pada manajemen bisnis properti PT. Taman Impian Jaya Ancol. Dengan teknik: (1) penelitian perpustakaan /library research; (2) penelitian lapangan/field research; (3) kuesioner/queationair; (4) pengamatan/observation; (5) wawancara mendalam/in-depth interview.

Ruang Lingkup dan Pembatasan Masalah: Ikang Fawzi & Marissa Haque


Penulis membatasi dalam penelitian ini dengan fokus hanya kepada pengelolaan keputusan strategis marketing yang tepat, terkait dengan suatu kondisi tak terduga/krisis sebagai faktor eksternalitas tak terkendali, yang harus dihadapi jajaran manajemen bisnis didalam merancang, menghitung, serta mengambil keputusan strategis yang tepat sasaran sehingga output dari kebijkan yang dikeluarkan pihak manajemen mampu memberikan added value pada outcome.

Penulis akan memberikan penyediaan informasi deskriptif yang saat ini tidak/belum tersedia. Dengan membandingkan bisnis di PT. Taman Impian Jaya Ancol sebelum dan sesudah being embedded dengan elemen entertainment pada bisnis properti-tainment yang diimplementasikan. Sehingga upaya meningkatkan value of the firm menjadi sebuah keniscayaan.

Business-tainment dalam Sistem Pembangunan Berkelanjutan: Ikang Fawzi dan Marissa Haque


Diksi (kata) entertainment itu sendiri belakangan sering digunakan hampir disemua frasa (kamlimat) pada lini kegiatan bisnis industri diseluruh dunia. Semisal: (1) edu-tainment yaitu untuk kegiatan pendidikan yang dikemas dengan penggabungan format hiburan; (2) sport-tainment yaitu untuk kegiatan olah raga yang dikemas dengan penggabungan format hiburan; (3) socio-tainment yaitu untuk kegiatan sosial yang dikemas dengan penggabungan format hiburan; (4) food-tainment yaitu untuk kegiatan kuliner yang dikemas dengan penggabungan format hiburan; (5) business-tainment yaitu untuk kegiatan usaha yang dikemas dengan penggabungan format hiburan dan lain sebagainya.*

Terkait dengan penjelasan diatas tak lupa peran jender menjadi fokus utama kami berdua--Ikang Fawzi dan Marissa Haque. Karena kami faham peran gender adalah ibarat sebuah katalis yang mampu me-leverage kehadiran sustainable development.

* Vredenbergt J, Metode dan Teknik Penelitian Manajemen. Gramedia, 1980, hal 132

SBU grup Ciputra sebagai Pionir: Ikang Fawzi dan Marissa Haque


Keputusan strategis dalam kondisi tidak menguntung seperti tersebut diatas memerlukan sebuah terobosan kebaruan strategi khusus agar mampu tetap bertahan/tetap survive. Malahan bila perlu mampu mempertahankan the value of the firm. Sebuah approach tertentu yang tidak banyak dilakukan oleh pelaku bisnis lainnya dilakukan oleh SBU grup Ciputra tersebut.

Approach tersebut dilakukan dengan menggunakan hajat hakiki manusia yaitu menjual property dengan cara mengunjungi rasa senang/terhibur/bahagia dari manusia sebagai market target -nya. Dimana promosi dan pemasaran yang dilakukan bukan sekedar meningkatkan daya beli, namun mempunyai juga menyentuh dimensi luas terkait. Semisal ilmu: (1) psikologi; (2) organisasi masa; (3) organisasi kecil; (4) seni; (5) komunikasi; (6) strategi; (7) manajemen, dan lainnya. Dimensi luas yang terkait ini tercakup didalam sebuah kata yang didalam Bahasa Inggris disebut hanya dengan satu suku kata yaitu “entertainment.”

Elemen Entertainment dalam Bisnis Properti Indonesia: Ikang Fawzi & Marissa Haque


Hampir seluruh pengusaha properti Indonesia pasca kerusuhan yang mulai terjadi pada tanggal 13-15 Mei 1998 saat itu ,di ibarat melintirnya sebuah mobil yang sedang melaju dalam kecepatan tinggi namun terpaksa direm mendadak secara karena menghindari sebuah tabrakan didepan mata. Bahkan muncul anekdot yang menyatakan bahwa seorang Ciputra dan supirnya lebih kaya si supir. Karena si supir memiliki asset nol dan sang tuan memiliki asset minus.

Kondisi inevitable tersebut terjadi oleh karena strategi pembiayaan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia didasari atas sebagian besar hutang kepada para lembaga donor dunia, semisal: (1) IMF; (2) World Bank; dan (3) WTO. Dan ketika penarikan US Dollar besar-besaran terjadi, mengakibatkan lonjakan nilai tukar Rupiah dari sekitar Rp 5000-an per US Dollar menjadi Rp 15.000 - 20.000-an per US Dollar. Namun ditengah suasana tidak menguntungkan tersebut, ada sebuah property cluster yang remain stabil. Yang mampu tetap beroperasi seta tidak terlalu banyak melakukan lay off/PHK atas para karyawannya. Lokasi itu bernama Taman Impian Jaya Ancol yang didalam pengembangan bisnisnya melakukan proses internalisasi terhadap elemen entertainment terhadap salah satu SBU (strategic business unit) holding company grup Ciputra.

Liberalisasi Ekonomi Tidak Boleh Tanpa Batas: Ikang Fawzi & Marissa Haque


Indonesia sebagai salah satu Negara berkembang yang diramal oleh faktor eksternalitas akan menjadi pemimpin dunia bersama-sama China dan India pada tahun 2020, bidang infrastruktur dan properti menduduki salah satu posisi terdepan didalam prioritas pengembangan pembangunannya. Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang pernah mencapai 6-7% pertahun pada era tahun 1970 sampai awal 1980-an. Lalu pada tahun 1998 terjadi sebuah momentum luar biasa yang berakar pada peristiwa politik-ekonomi yang dilakukan dengan cara pemborongan besar-besaran dana US Dollar oleh seorang filosof bernama George Soros, yang menurut penyataannya sendiri pada wawancara di Metro TV bulan Maret 2010, tengah menguji coba sebuah teori yang menjadi novelty-nya.

Bahwa pada dasarnya liberalisasi ekonomi tidak boleh tanpa batas dibiarkan tanpa kontrol serta intervensi dari para penyelenggara administrasi pemerintahan negara-negara dunia yang mempercayai konsep serta sistem ekonomi konvensional tersebut. Akibatnya, perekonomian Indonesia yang bersandar pada buble economy berbasis tidak kepada ekonomi riil, bersama bersama beberapa negara yang pada awal tahun 1980-an sempat disanjung-sanjung oleh Patricia Aburdune dan John Naisbitt dalam bukunya berjudul Megatrend 2000 sebagai: (1) the fastest growing country in Southeast Asia; dan (2) macan asia, turut serta ambruk. Mereka adalah sebagian besar Negara yang tadinya sangat maju dan stabil didalam pengembangan ekonominya semisal dari yang paling timur adalah Jepang, lalu disusul oleh RRC, Korea, Hongkong, Thailand, Singapura, lalu Indonesia.

Entri Populer